Cara Cek Motor Bekas Sebelum Beli: 12 Poin Wajib agar Tidak Tertipu (Plus Cek BPKB & STNK)
Panduan 12 poin cek motor bekas sebelum beli: BPKB, STNK, nomor rangka, mesin, CVT, rangka, kelistrikan, dan odometer agar tidak tertipu.
Baca selengkapnyaTutup artikel: Cara Cek Motor Bekas Sebelum Beli: 12 Poin Wajib agar Tidak Tertipu (Plus Cek BPKB & STNK)
Membeli motor bekas bisa menjadi cara cerdas untuk mendapatkan kendaraan berkualitas dengan anggaran lebih hemat. Namun, tanpa pemeriksaan yang teliti, Anda berisiko mendapatkan unit bermasalah atau bahkan dokumen yang tidak sah. Berikut 12 poin yang wajib Anda cek sebelum membayar.
Pemeriksaan Dokumen
1. BPKB asli. Pastikan BPKB asli, bukan fotokopi. Cocokkan nama pemilik, nomor polisi, warna, dan tahun pembuatan dengan unit yang ditawarkan.
2. STNK aktif. Periksa masa berlaku STNK dan status pajak tahunan. Pajak yang mati bertahun-tahun berarti biaya tambahan yang harus Anda tanggung.
3. Nomor rangka dan nomor mesin. Cocokkan nomor yang tertera di rangka dan blok mesin dengan yang tercatat di BPKB dan STNK. Waspadai bekas gerinda atau ketukan ulang.
4. Status kendaraan di Samsat. Jika memungkinkan, cek apakah kendaraan sedang terblokir atau tercatat bermasalah sebelum transaksi.
Pemeriksaan Mesin dan Transmisi
5. Suara mesin. Nyalakan mesin dalam kondisi dingin. Suara kasar, ketukan, atau getaran berlebihan bisa menjadi tanda komponen dalam sudah aus.
6. Kebocoran oli dan asap knalpot. Lihat sela-sela blok mesin. Asap putih tebal atau kebiruan menandakan oli ikut terbakar.
7. CVT atau kopling. Pada motor matic, perhatikan apakah tarikan awal mulus atau bergetar. Pada motor bebek dan sport, coba perpindahan gigi dan kopling.
Pemeriksaan Rangka, Kaki-Kaki, dan Kelistrikan
8. Rangka dan sasis. Periksa tanda keropos, bekas las, atau rangka bengkok yang bisa mengindikasikan bekas tabrakan.
9. Rem. Uji rem depan dan belakang. Rem yang bergetar atau kurang pakem perlu diperbaiki sebelum dipakai harian.
10. Shock, ban, velg, dan bearing. Tekan shock depan dan belakang, cek kebocoran, lalu periksa ketebalan ban dan kelurusan velg.
11. Kelistrikan. Nyalakan semua lampu, klakson, lampu sein, dan panel instrumen. Pada motor dengan smart key, pastikan semua fungsinya bekerja.
Riwayat Pemakaian
12. Odometer dan buku servis. Bandingkan angka odometer dengan usia motor. Rata-rata pemakaian wajar sekitar 10.000 sampai 15.000 km per tahun. Buku servis yang terisi rapi menunjukkan motor dirawat dengan baik.
Lakukan Test Ride
Setelah semua poin di atas, jangan lewatkan test ride. Rasakan akselerasi, pengereman, dan kestabilan motor saat melewati jalan tidak rata. Jika ada yang terasa janggal, tanyakan langsung kepada penjual.
Beli di Dealer yang Transparan
Memeriksa 12 poin ini sendiri memang butuh waktu dan pengalaman. Di ZENA MOTOR, setiap motor bekas sudah melalui checklist inspeksi yang mencakup seluruh poin tersebut, dan Anda tetap dipersilakan memeriksa ulang unit serta dokumennya sebelum membayar. Kunjungi showroom kami di Jl. Raya Casablanca, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta, atau hubungi kami di 021-7892-09882 untuk menjadwalkan pengecekan unit.









